PRASANGKA
Prasangka berarti membuat keputusan sebelum mengetahui fakta yang
relevan mengenai objek tersebut. Awalnya istilah ini merujuk pada penilaian
berdasar ras seseorang sebelum
memiliki informasi yang relevan yang
bisa dijadikan dasar penilaian
tersebut. Selanjutnya prasangka juga diterapkan pada bidang lain selain ras.
Pengertiannya sekarang menjadi sikap yang tidak masuk akal yang tidak
terpengaruh oleh alasan rasional.
John
E. Farley mengklasifikasikan prasangka ke dalam tiga kategori.
- Prasangka kognitif, merujuk pada apa yang dianggap
benar.
- Prasangka afektif, merujuk pada apa yang disukai
dan tidak disukai.
- Prasangka konatif, merujuk pada bagaimana
kecenderungan seseorang dalam bertindak.
Ciri-Ciri Prasangka Sosial
Ciri-ciri prasangka sosial menurut Brigham
(1991) dapat dilihat dari kecenderungan individu untuk membuat kategori sosial
(social categorization). Kategori sosial adalah kecenderungan untuk membagii
dunia sosial menjadi dua kelompok, yaitu“kelompok kita” ( in group ) dan
“kelompok mereka” (out group). In group adalah kelompok sosial dimana individu
merasa dirinya dimiliki atau memiliki (“kelompok kami”). Sedangkan out group
adalah grup di luar grup sendiri (“kelompok mereka”). Timbulnya prasangka
sosial dapat dilihat dari perasaanin group dan out group yang menguat.
Proses pembentukan prasangka sosial menurut Mar’at (1981) dipengaruhi olehbeberapa faktor yaitu;
1. Pengaruh Kepribadian
2. Pendidikan dan Status
3. Pengaruh Pendidikan Anak oleh Orangtua
4. Pengaruh Kelompok
5. Pengaruh Politik dan Ekonomi
6. Pengaruh Komunikasi
7. Pengaruh Hubungan Sosial
DISKRIMINASI
Diskriminasi
merujuk kepada pelayanan yang tidak adil terhadap individu tertentu, di mana
layanan ini dibuat berdasarkan karakteristik yang diwakili oleh individu
tersebut. Diskriminasi merupakan suatu kejadian yang biasa dijumpai dalam masyarakat manusia, ini disebabkan
karena kecenderungan manusian untuk membeda-bedakan yang lain.
Ketika
seseorang diperlakukan secara tidak adil
karena karakteristik suku, antargolongan, kelamin, ras, agama dan kepercayaan, aliran politik, kondisi fisik atau
karateristik lain yang diduga merupakan dasar dari tindakan diskriminasi
Diskriminasi
langsung,
terjadi saat hukum, peraturan atau
kebijakan jelas-jelas menyebutkan karakteristik tertentu, seperti jenis kelamin, ras, dan
sebagainya, dan menghambat adanya peluang yang sama.
Diskriminasi
tidak langsung,
terjadi saat peraturan yang bersifat netral menjadi
diskriminatif saat diterapkan di lapangan.
Diskriminasi di tempat kerja
Diskriminasi
dapat terjadi dalam berbagai macam bentuk:
- dari struktur gaji,
- cara penerimaan karyawan,
- strategi yang diterapkan dalam
kenaikan jabatan, atau
- kondisi kerja secara umum yang
bersifat diskriminatif.
Diskriminasi
di tempat kerja
berarti mencegah seseorang memenuhi aspirasi profesional dan pribadinya
tanpa mengindahkan prestasi yang dimilikinya.
Teori statistik diskriminasi
berdasar pada pendapat bahwa perusahaan
tidak dapat mengontrol produktivitas pekerja secara individual. Alhasil,
pengusaha cenderung menyandarkan diri pada karakteristik-karakteristik kasat mata, seperti ras atau jenis kelamin, sebagai
indikator produktivitas, seringkali diasumsikan anggota dari kelompok
tertentu memiliki tingkat produktivitas lebih rendah.
SOURCE
https://id.wikipedia.org/wiki/Prasangka
https://id.wikipedia.org/wiki/Diskriminasi




